Bagi Anda yang pernah mencicipi permainan komputer pada era awal 90-an pasti ingat dengan Wolfenstein. Game ini merupakan salah satu penggagas ide genre permainan first person shooter (fps). Lahir dari kreatifitas pengembang Id Software, game ini bercerita tentang keadaan alternatif perang dunia kedua. Anda akan berhadapan dengan Hitler dan kakitangannya. Uniknya pada akhir cerita, Hitler yang Anda hadapi adalah Hitler mekanik.
Cara bermainnya pada saat itu relatif sederhana, Anda hanya menerobos labirin markas musuh dari pintu ke pintu. Sepanjang permainan tidak ada kejutan saat Anda membuka pintu, karena hampir tidak ada penjaga yang ditempatkan di dekatnya. Satu-satunya kesulitan adalah saat Anda salah menerobos ruangan penuh pasukan sambil tergesa-gesa. Sistem pergerakan karakter saat itu juga sederhana. Anda bisa melakukan manuver standar, tapi tidak bisa menengok ke bawah atau ke atas. Wajar saja, karena labirin ini berlanskap datar, tanpa tangga. Anda dapat mencapai lantai lain hanya dengan menggunakan elevator. Dampak lain sistem pergerakan ini adalah Anda hanya bisa mentarget bagian dada lawan, sehingga tidak ada lawan yang dapat anda tewaskan dengan satu tembakan fatal.
Pada tahun 2003, Wolfenstein juga pernah diluncurkan pada konsol PS2. Pada saat itu game ini sudah memiliki karakteristik genre fps pada umumnya, yaitu bisa menengok dan berjalan menyamping (strafing). Selain grafik yang lebih baik daripada pendahulunya, tokoh utama juga dibekali dengan kemampuan untuk melompat dan melakukan tendangan. Aksi yang ditampilkan saat itu tidak hanya berupa upaya menerobos markas lawan, tetapi kadang diselingi oleh aksi infiltrasi secara sembunyi-sembunyi. Sayangnya AI prajurit terlalu sederhana atau mungkin juga diasumsikan memiliki kepekaan indra yang sangat tinggi, sehingga ketika kita salah mengambil posisi berjingkat-jingkat, lokasi kita langsung diketahui.
Kini di tengah hingar-bingarnya genre fps pada konsol generasi baru, Xbox360 dan PS3, Wolfenstein akan diluncurkan kembali. Berlatar belakang cerita alternatif Perang Dunia II, kita akan memerankan seorang tokoh asal Amerika berprofesi sebagai wartawan yang secara tidak sengaja mengetahui proyek mistis rahasia yang sedang dikerjakan oleh Nazi. Dari segi grafis, selain menampilkan ciri khas genre fps, game ini akan menampilkan sisi dunia lain dari lokasi yang sedang dijelajahi. Pada sisi dunia lain itu, kita akan menemukan solusi lain dalam memecahkan teka-teki suatu lokasi dan bahkan cara lain dalam mengalahkan lawan. Teknik visualisasi dualisme dunia ini telah diperkenalkan sebelumnya oleh serial game Soul Reaver buatan Eidos, namun apa yang ditampilkan dalam Wolfenstein akan lebih dramatis. Dari cuplikasi permainan yang banyak beredar, tampak bahwa aksi tokoh utama digambarkan secara halus dan realistis. Dengan demikian harapan untuk merasakan pertempuran yang sengit masih ada.
Game ini akan diluncurkan dalam tahun 2009 untuk Xbox360, PS3, dan PC.
Sabtu, 11 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar