GDC 2009 akhirnya menampilkan gameplay Bioshock 2. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya pemain akan dapat berperan sebagai Big Daddy, dan dalam perhelatan inilah karakter ini ditampilkan untuk dimainkan. Bagi yang penasaran, dapat melihatnya dalam video acara yang diliput oleh gametrailerstv, di sini.
Sekilas tidak ada perubahan yang berarti pada antarmuka seorang Big Daddy dibandingkan dengan saat kita berperan sebagai Jack dalam Bioshock sebelumnya. Pada antarmuka terdapat indikator sisa HP dan plasmid. Yang menarik adalah sebagai Big Daddy pemain tidak hanya dipersenjatai dengan bor, namun dapat berganti menjadi senjata lainnya. Dalam demonstrasinya, Big Daddy juga memiliki grenade launcher. Uniknya perluru senjata ini berjenis pembakar (incendiary), sehingga sasaran kadang tidak langsung tewas dan berlari-lari di selingi kobaran api.
Game ini akan diluncurkan untuk Xbox360 dan PS3 dalam waktu yang sama.
Jumat, 10 April 2009
Kamis, 02 April 2009
April Fools from Kojima Production
Ada-ada saja usaha Kojima Production dalam memperingati April Mop (April Fools) yang jatuh pada 1 April yang lalu. Tim ini membuat video khusus yang menampilkan Kolonel Campbell dalam rentetan aksi Raiden saat menumpas sekumpulan Gekko. Videonya dapat dilihat di sini.
Semula saya mengira bahwa video itu adalah buatan penggemar serial Metal Gear Solid. Namun setelah melihat keseluruhan video saya yakin bahwa hanya tim Kojima Production yang dapat membuatnya. Hal ini terlihat dari halusnya animasi dan tekstur pada karakter yang dimanipulasi (Kolonel Campbell memakai pelindung kepala milik Raiden). Itulah keuntungan cut scene yang dibuat dengan menggunakan engine in game, hanya dengan mengganti skin obyek dapat menghasilkan alur cerita yang berbeda jauh maknanya. Dalam hal ini, rentetan aksi serius, berubah menjadi parodi yang menggelikan :D
Semula saya mengira bahwa video itu adalah buatan penggemar serial Metal Gear Solid. Namun setelah melihat keseluruhan video saya yakin bahwa hanya tim Kojima Production yang dapat membuatnya. Hal ini terlihat dari halusnya animasi dan tekstur pada karakter yang dimanipulasi (Kolonel Campbell memakai pelindung kepala milik Raiden). Itulah keuntungan cut scene yang dibuat dengan menggunakan engine in game, hanya dengan mengganti skin obyek dapat menghasilkan alur cerita yang berbeda jauh maknanya. Dalam hal ini, rentetan aksi serius, berubah menjadi parodi yang menggelikan :D
Tokyo Beat Down
Genre permainan beat 'em up alias berpetualang sambil berkelahi ternyata belum punah. Tanpa diduga-duga, genre ini mampir ke Nintendo DS dalam game berjudul Tokyo Beat Down. Dalam game ini, kita dapat berperan sebagai satu dari lima anggota kepolisian Tokyo. Uniknya nama tokoh-tokoh dalam game tidak diubah sebagaimana adaptasi pada kebanyakan game asal Jepang ketika masuk ke pasar Amerika. Terima kasih pada ATLUS US atas usahanya dalam mempertahankan keaslian game ini.
Penggambaran karakter dalam game ini menggunakan hasil render 3D, tidak seperti beberapa game dengan genre sama yang yang pernah hadir pada konsol Nintendo yang menggunakan kartun. Hasilnya, game ini tidak terlihat ketinggalan jaman dan aliran aksi tokoh-tokohnya terlihat lebih halus. Selain itu game ini disertai dengan beberapa cut scene yang juga hasil render 3D, sehingga tidak kalah dengan kualitas game Nintendo DS lain yang diluncurkan akhir-akhir ini.
Dalam game ini, pemain tidak hanya berkelahi dengan tangan kosong, namun juga dapat menggunakan senjata api. Bahkan senjata yang dihadirkan berragam, mulai pistol hingga shotgun. Walaupun begitu, jangan khawatir, pertarungan tidak akan berat sebelah karena kakitangan musuh pun dibekali dengan perlengkapan yang sama. Dalam pertarungan tangan kosong, tiap karakter memiliki jurus andalan, masing-masing digambarkan secara unik.
Kekurangan dalam game ini adalah pola serangan musuh, terutama kakitangan musuh, yang cukup sederhana dalam menyerang tokoh kita. Akibatnya game ini mungkin akan terasa cepat membosankan bagi pemain yang mengharapkan variasi aksi dalam pertarungan.
Bagi pemilik Nintendo DS yang kangen dengan genre klasik ala arcade sebaiknya tidak melewatkan game ini. Tokyo Beat Down akan hadir pada awal April 2009. Selamat mencoba.
Penggambaran karakter dalam game ini menggunakan hasil render 3D, tidak seperti beberapa game dengan genre sama yang yang pernah hadir pada konsol Nintendo yang menggunakan kartun. Hasilnya, game ini tidak terlihat ketinggalan jaman dan aliran aksi tokoh-tokohnya terlihat lebih halus. Selain itu game ini disertai dengan beberapa cut scene yang juga hasil render 3D, sehingga tidak kalah dengan kualitas game Nintendo DS lain yang diluncurkan akhir-akhir ini.
Dalam game ini, pemain tidak hanya berkelahi dengan tangan kosong, namun juga dapat menggunakan senjata api. Bahkan senjata yang dihadirkan berragam, mulai pistol hingga shotgun. Walaupun begitu, jangan khawatir, pertarungan tidak akan berat sebelah karena kakitangan musuh pun dibekali dengan perlengkapan yang sama. Dalam pertarungan tangan kosong, tiap karakter memiliki jurus andalan, masing-masing digambarkan secara unik.
Kekurangan dalam game ini adalah pola serangan musuh, terutama kakitangan musuh, yang cukup sederhana dalam menyerang tokoh kita. Akibatnya game ini mungkin akan terasa cepat membosankan bagi pemain yang mengharapkan variasi aksi dalam pertarungan.
Bagi pemilik Nintendo DS yang kangen dengan genre klasik ala arcade sebaiknya tidak melewatkan game ini. Tokyo Beat Down akan hadir pada awal April 2009. Selamat mencoba.
Rabu, 18 Maret 2009
Kejutan GTA Chinatown Wars di Nintendo DS
Siapa yang menyangka game Grand Theft Auto Chinatown Wars yang dirilis untuk Nintendo DS mendapat sambutan baik dari reviewer sekelas Gamespot. Tidak tanggung-tanggung Gamespot menghadiahkan nilai 9.5 untuk game ini, ulasan selengkapnya ada di sini. Nilai itu merupakan nilai tertinggi yang pernah Gamespot berikan untuk jajaran game Nintendo DS.
Dulu saat game ini masuk dalam rubrik preview di beberapa situs, saya sempat tidak yakin dengan hasil akhir game ini. Alasannya, pertama karena resolusi grafis yang mampu ditampilkan Nintendo DS relatif terbatas dibandingkan dengan Sony PSP, kedua rencana penggunaan tampilan sudut pandang dari atas yang seolah-olah mengembalikan GTA ke masa pertama kali di rilis. Namun setelah melihat beberapa video demo gameplay-nya, ternyata tampilan dari atas tidak seperti yang saya kira. Tampilan ini merupakan hasil render 3D cell-shade. Artinya tampilan tidak sestatis pendahulunya. Dalam demo aksi sang tokoh tampak animasi pertempuran dan adu balap kendaraan bisa ditampilkan dengan halus, bahkan dalam beberapa situasi berkendara, misal saat mobil menabrak billboard, terdapat scene khusus yang akan menampilkan kendaraan secara 360 derajat.
Sayangnya, walaupun dengan grafis yang bernuansa kartun, isi game ini hanya layak dimainkan oleh orang dewasa, karena kegiatan-kegiatan ilegal yang dilakukan oleh tokoh utama maupun tokoh-tokoh lainnya. Saran saya, jagalah jangan sampai anak-anak yang belum cukup umur memainkannya. Selebihnya salut untuk seri GTA yang gak ada matinya di platform manapun.
Dulu saat game ini masuk dalam rubrik preview di beberapa situs, saya sempat tidak yakin dengan hasil akhir game ini. Alasannya, pertama karena resolusi grafis yang mampu ditampilkan Nintendo DS relatif terbatas dibandingkan dengan Sony PSP, kedua rencana penggunaan tampilan sudut pandang dari atas yang seolah-olah mengembalikan GTA ke masa pertama kali di rilis. Namun setelah melihat beberapa video demo gameplay-nya, ternyata tampilan dari atas tidak seperti yang saya kira. Tampilan ini merupakan hasil render 3D cell-shade. Artinya tampilan tidak sestatis pendahulunya. Dalam demo aksi sang tokoh tampak animasi pertempuran dan adu balap kendaraan bisa ditampilkan dengan halus, bahkan dalam beberapa situasi berkendara, misal saat mobil menabrak billboard, terdapat scene khusus yang akan menampilkan kendaraan secara 360 derajat.
Sayangnya, walaupun dengan grafis yang bernuansa kartun, isi game ini hanya layak dimainkan oleh orang dewasa, karena kegiatan-kegiatan ilegal yang dilakukan oleh tokoh utama maupun tokoh-tokoh lainnya. Saran saya, jagalah jangan sampai anak-anak yang belum cukup umur memainkannya. Selebihnya salut untuk seri GTA yang gak ada matinya di platform manapun.
Jumat, 27 Februari 2009
Black Sigil: Blade of The Exiled
Di tengah serbuan SquareEnix di platform Nintendo DS dengan Chrono Trigger dan seri Dragon Quest, tampaknya kita akan kedatangan tamu tak terduga, Black Sigil: Blade of The Exiled buatan pengembang Studio Archcraft. Game ini rencananya akan dirilis bulan April 2009 ini dan langsung dalam versi US-nya.
Kutipan ceritanya belum dirilis secara resmi. Video gameplay yang telah beredar di internet menggambarkan bahwa sistem pertarungan akan berlangsung secara turn-based dan posisi karakter-karakter bisa berpindah secara bebas, namun demikian pengembang menyebutnya dengan nama sistem Active Tactical Combat. Dalam pertarungan ada seni pertarungan dengan senjata, magic, dan summoning. Dalam bertualang yang ditampilkan hanya satu tokoh perwakilan, tidak seperti dalam Dragon Quest.
Tampaknya jajaran RPG untuk Nintendo DS akan semakin ramai di tahun 2009.
Kita tunggu saja kehadirannya, dan jangan lupa beli yang asli :)
Kutipan ceritanya belum dirilis secara resmi. Video gameplay yang telah beredar di internet menggambarkan bahwa sistem pertarungan akan berlangsung secara turn-based dan posisi karakter-karakter bisa berpindah secara bebas, namun demikian pengembang menyebutnya dengan nama sistem Active Tactical Combat. Dalam pertarungan ada seni pertarungan dengan senjata, magic, dan summoning. Dalam bertualang yang ditampilkan hanya satu tokoh perwakilan, tidak seperti dalam Dragon Quest.
Tampaknya jajaran RPG untuk Nintendo DS akan semakin ramai di tahun 2009.
Kita tunggu saja kehadirannya, dan jangan lupa beli yang asli :)
Mario & Luigi RPG 3
Setelah kurang lebih 2 tahun sejak rilis Mario & Luigi: Partners in Time versi US untuk Nintendo DS, akhirnya sekuelnya dirilis walaupun masih versi Jepang. Belum diketahui judul versi USnya. Dari trailer yang beredar tampaknya negeri jamur kali ini terkena wabah 'obesitas' yang akut sehingga penghuni yang menderita hanya bisa berguling. Di sisi lain Bowser/Koopa yang datang menyerang kini memiliki kemampuan baru yaitu menghirup musuh-musuhnya dengan kuat (kebalikan dari serigala jahat versi Walt Disney). Akibatnya kedua tukang ledeng bersaudara ini akan bertualang dalam tubuh Bowser/Koopa. Uniknya, petualangan internal keduanya, akan mempengaruhi gerakan Bowser/Koopa.
Gameplay yang ditawarkan dalam game ini tidak jauh berbeda dari pendahulunya, yaitu mengandalkan ketepatan penekanan tombol dalam menyerang dan bertahan pada situasi perang, dan manipulasi bentuk tubuh pada saat bertualang.
Tambahan yang menarik adalah kini kita juga dapat mengendalikan Bowser/Koopa dalam bertualang dan bertempur. Karakter ini juga dibekali dengan kemampuan-kemampuan khas Bowser/Koopa. Kita tunggu saja, semoga versi US game ini segera dirilis. Jangan lupa, beli yang asli :)
Gameplay yang ditawarkan dalam game ini tidak jauh berbeda dari pendahulunya, yaitu mengandalkan ketepatan penekanan tombol dalam menyerang dan bertahan pada situasi perang, dan manipulasi bentuk tubuh pada saat bertualang.
Tambahan yang menarik adalah kini kita juga dapat mengendalikan Bowser/Koopa dalam bertualang dan bertempur. Karakter ini juga dibekali dengan kemampuan-kemampuan khas Bowser/Koopa. Kita tunggu saja, semoga versi US game ini segera dirilis. Jangan lupa, beli yang asli :)
Kamis, 18 Desember 2008
Trend gaming per 2008
Trend gaming 2008 a la Gamasutra. Semoga developer bisa meningkatkan kualitas produknya di tahun 2009. Mengenai kontroversi DRM, pesan saya untuk developer, tinggalkanlah :) Karena penggemar setia produkmu tetap akan setia mencari. DRM hanya membuat penggemarmu kerepotan dan jengkel.
Langganan:
Postingan (Atom)